EEG yang merupakan kepanjangan dari elektroensefalogram adalah suatu jenis tes yang bertujuan untuk mengukur aktivitas kelistrikan otak sehingga akan bisa diketahui apabila terjadi kelainan pada otak. Pemeriksaan dengan EEG dilakukan dengan cara memasang elektroda pada kepala yang terhubung ke komputer. Aktifitas listrik otak yang terekam akan ditampilakan dalam bentuk garis gelombang. Alat EEG ini banyak tersedia di klinik atau rumah sakit dan di berbagai toko alat kesehatan pun sudah banyak yang jual EEG dari berbagai merk dan harga.

Pemeriksaan EEG

Pemeriksaan EEG biasanya dilakukan pada pasien yang di indikasi mengidap beberapa kelainan atau penyakit seperti epilepsi, norkolepsi, demensia, abnormalitas pada otak atau tulang belakang, abnormalitas system saraf dan juga kelainan mental.

Pasien dengan kelainan otak dilakukan pemeriksaan EEG dengan tujuan mengetahui secara lebih lanjut dan mendetail kelainan tersebut. Selain mendiagnosis EEG juga bisa digunakan untuk memprediksi pasien yang sedang koma kapan akan kembali sadar. Serta juga bisa untuk memantau aktivitas organ jantung yang ada dibawah pengaruh anastesi.

Untuk hasil dari pemeriksaan EEG biasanya bisa didapatkan pada hari yang sama atau paling lambat pada hari berikutnya. Hasil normal atau tidaknya dapat dilihat dari bentuk gelombang yang terekam. Dengan alat EEG ini setidaknya ada beberapa tipe gelombang yang bisa dihasilkan diantaranya gelombang alpha, gelombang beta, gelombang delta dan gelombang theta.

Gelombang alpha merupakan gelombang yang dihasilkan saat kondisi sadar sepenuhnya atau ketika mata tertutup, gelombang ini mempunyai frekuensi antara 8 sampai 12 siklus per detiknya. Gelombang beta juga terjadi dalam kondisi sadar cuma frekuensinya lebih besar yaitu 13 sampai 30siklus.

Gelombang delta merupakan gelombang yang terjadi saat kondisi tidur dan umumnya ditemukan pada anak kecil. Sama seperti gelombang delta, gelombang theta juga terjadi saat kondisi tidur dan mempunyai frekuensi 4 sampai 7 siklus per detik.

Bukan hanya untuk mengetahui kelainan pada otak, EEG juga bisa mendiagnosis abnormalitas pada aktivitas otak yang sangat penting untuk mengetahui tipe epilepsi atau kejang yang diderita pasien.

Tentang Pemeriksaan EEG atau Elektroensefalogram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *