Varian Wingko

Varian Wingko

Makanan tradisional khas Jawa Tengah ini sering mudah dijumpai di pusat oleh-oleh, outlet dekat stasiun, atau pun terminal dan juga bandara. Makanan yang terbuat dari santan kelapa, gula, dan tepung ini memang memiliki cita rasa yang manis legit, cukup memanjakan lidah dan juga bisa membantu mengganjal perut yang lapas.

Dulu wingko babat yang jajakan di outlet-outlet hanya memiliki satu varian rasa yakni manis yang berasal dari gula pasir. Sekarang ini, Anda tidak hanya akan menjumpai satu rasa saja, melainkan sudah ada beberapa varian rasa wingko yang beredar di pasaran. Variasi ini untuk memberikan pilihan rasa kepada masyarakat yang menyukainya. Sekarang kita bisa menjumpai wingko rasa durian, cokelat, nangka, strawberry dan lain-lain.

Penasaran bagaimana cara pembuatannya? Dalam pembuatannya, ada yang memakai santan, ada juga yang memakai mentega yang telah dicairkan. Pengusaha wingko babat banyak memilih memakai mentega karena dirasa lebih praktis. Teknik menambahkan santan kelapa dan juga mentega tidak boleh terlalu encer karena bisa mempengaruhi tekstur wingko babat. Kalau terlalu encer, wingko yang dihasilkan bisa menjadi lembek.

Kalau Anda penasaran bagaimana cara membuat wingko babat, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, toh bahan-bahannya termasuk mudah untuk didapatkan di sekitar Anda.

Wingko

Bahan-bahan

  • kelapa parut
  • santan kental
  • tepung ketan
  • Gula
  • vanilli bubuk
  • Garam
  • daun pandan

Cara Membuat

Untuk membuat wingko, yang harus Anda lakukan ialah merebus campuran santan, garam, dan gula pasir. Sambil direbus, aduk-aduk hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan daun pandan ke dalmanya. Kemudian aduk lagi sampai agak mengental.

Bila sudah agak mengental, kecilkan api. Pada saat yang sama siapkan wadah untuk menuang adonan tersebut. Tuang secara hati-hati. Setelah selesai, masukkan tepung ketan, vanili, dan kelapa parut pelan-pelan sambil diaduk sampai rata. Aduk-aduk lagi untuk memastikan adonan Anda sudah tercampur rata.

Aduk terus sampai adonan jadi kalis. Setelah dirasa kalis, diamkan sejenak sementara Anda menyiapkan Loyang yang akan digunakan untuk memanggang.

Olesi terlebih dahulu Loyang dengan minyak. Tuang adonan ke dalamnya kemudian dipanggang dalam oven bersuhu 170 derajat celcius. Panggang sampai setengah matang, kemudian olesi wingko yang sedang dalam keadaan setengah matang tersebut dengan bahan yang sama, kemudian panggang lagi sampai berwarna kecokelatan. Jangan lupa untuk dibolak-balik sampai berubah warna, agar tidak gosong di satu sisi. Anda akan mencium bau harum, khas kelapa ketika adonan sudah matang.

 

 …

Sejarah Rendang

Sejarah Rendang

Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Dr. Gusti Asnan melakukan penelitian dan menemukan bahwa rendang menjadi masakan yang tersebar luas sejak masyarakat Minang merantau dan berlayar ke daerah Malaka untuk berdagang. Peristiwa itu terjadi pada awal abad ke-16.

Perjalanan melewati sungai cukup lama, menjadikan rendang sebagai masakan yang dipilih sebagai bekal. Rendang memiliki tekstur kering sehingga awet selama beberapa hari. selain itu, rendang juga mudah disimpan dalam kotak tertutup.

Di samping itu, rendang disebut-sebut dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).

Bumbu-bumbu rendang disebut juga tak luput dari pengaruh beberapa negara seperti bumbu-bumbu rempah dari India. Bumbu tersebut diperoleh melalui pedagang Gujarat, India.

Kini rendang sudah tersebar luas untuk digunakan di catering naboxparah.com  dan melampaui batas wilayah asli masyarakat adat yang menciptakannya, yakni suku Minangkabau. Rendang bahkan sudah meluas sampai ke negara Eropa dan Amerika. Perkenalan rendang ke negara-negara barat tersebut tak luput dari keberadaan rumah makan padang yang berhasil didirikan oleh orang Indonesai asli di negara tersebut.

rendang

Kandungan bahan dan cara memasak Rendang

Rendang merupakan makanan yang dimasak dengan berbagai macam bumbu rempat. Kekayaan bumbu rempah yang tercampur bersama dengan daging pilihan ini menjadikan rendang sangat khas aromanya.

Selain daging, bahan-bahan yang terkandung di dalam masakan rendang ialah santan kelapa (karambia), dan bumbu yang dihaluskan antara lain cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya.

Bumbu-bumbu tersebut oleh masyarakat Minangkabau disebut pemasak. Bumbu-bumbu alami yang digunakan untuk memasak rendang dipercaya bersifat antiseptik dan dapat membunuh bakteri pathogen. Maka, banyak orang peraya bahwa kandungan bahan dalam rendang menjadi bahan pengawet alami. B

Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat, sehingga tidak heran jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Proses memasak rendang memakan waktu yang cukup lama, Anda dituntut untuk sabar agar bisa mendapatkan rendang spesial. Selama memasak rendang, Anda pun harus telaten, harus senantiasa hati-hati, daging harus dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa membuat daging menjadi gosong. Proses memasak ini dalam seni kuliner modern dikenal dengan istilah ‘karamelisasi’.

nah itulah tentang rendang…